Electrical Converter..
Elektronika saat ini bukanlah kata asing bagi dunia. hampir semua dikehidupan sekarang ini mempunyai bahkan paham betul tentang elektronika. elektronika adalah sebuah ilmu yang mempelajari tentang arus lemah sama halnya dengan kelistrikan, namun listrik adalah arus kuat yang dasarnya hampir sama dengan elektronika dan sangat berkaitan dengan elektronika.
oke deh itu sedikit pengantar bagi pembaca supaya sedikit mengenal tentang elektronika. dalam tulisan ini ada sebuah topik yang akan saya bagi – bagi nih buat pembaca, tentang alat pengubah arus DC menjadi arus AC ( Converter ), yang menggunakan sumber tegangan DC 12V,
Alat ini/converter ini sangat berguna khususnya di kawasan yang sering dilanda pemadaman lampu oleh perusahaan listrik negara (PLN), tak hanya itu fungsi utamanya walaupun hanya menggunakan sumber tegangan 12V alat ini juga dapat membangkitkan atau mengoperasikan benda atau pesawat elektronika, misalnya VCD/DVD, TV, Charger HP, dll yang berhubungan tentang pesawat elektronika.
Berikut ini akan saya jelaskan apa sih yang berperan penting didalam sebuah converter. didalam sebuah converter terdapat beberapa komponen yang sangat berperan aktif menggunakan sistem flip – flop atau bekerja secara bergantian, apakah itu?? komponen tersebut adalah dua buah transistor pembangkit/osilator dan transistor penguat sinyal sinus.
tak hanya empat transistor ini yang bekerja, ada beberapa elco yang digunakan sebagai penyaring dan beberapa resistor sebagai penghambat tegangan lebih dan dioda sebagai penyumbat tegangan yang menuju ke ground.
Bukan cuma itu ada juga terdapat
trafo yang berfungsi sebagai tempat induksinya sinyal yang akan menjadi 220V sehingga dapat mengoperasikan pesawat elektronika. dalam converter transistor yang sangat baik atau dapat membangkitkan beban yang lebih itu sebaiknya menggunakan transistor jenis 2N3055 sebagai penguat dan D313 sebagai pembangkit. karena apa?? transistor jenis ini sangat bekerja maksimal atau lebih dibandingkan dengan transistor jenis SC945. tak hanya transistor tersebut yang perlu digunakan tetapi juga trafo yang digunakan juga harus baik, misalnya trafo 5/10 amper dibandingkan dengan trafo 1/2 amper trafo tersebut jauh lebih baik dibandingkan dengan trafo 1/2 amper. juga inpu ACCU jika menggunakan ACCU ampernya juga lebih dari 4/5 amper guna ketahanan lama atau tidaknya converter ini bekerja.
yang perlu diketahui converter ini tidak hanya tergantung dari sumber tegangan ACCU, tapi juga sumber tegangan misalnya BATTERY dengan diparalel sehingga jumlahnya mencapai 12V. tapi yang lebih maksimal kerjanya jika menggunakan ACCU karena ACCU bisa tahan lama dan dapat dipakai lagi dengan cara di Charger,,dibawah ini adalah input yang nantinya akan dihubungkan kesumber, merah Positif dan hitam negativ
Dan ini outputnya yang digunakan menggunakan steker atau dapat dihubungkan langsung dengan menggunakan cabble
Dan juga beberapa komponenn yang juga rangkaian yang terdapat didalam converter
dalam perakitan converter juga sangat diperlukan tenaga ahli dan mengetahui tentang dasar elektronika guna kesempurnaan perakitan konverter ini. tak hanya dunia elektronika yang membutuhkan alat ini dunia otomotif pun membutuhkan alat ini dapat digunakan sebagai pembangkit beban yang biasa kita lihat pada mobil yang menggunakan neon dibawah mobilnya.. itu menggunakan converter tapi bukan seperti converter yang terlihat pada gambar converternya khusus namun mempunyai prinsip yang sama dengan converter ini yakni menggunakan sistem flip – flop atau pembangkitnya bekerja secara bergantian.
Oke deh sekian dulu tentang bagi – bagi ilmu tentang elektronika semoga bagi yang membaca mendapat pengetahuan baru tentang dunia elektronika….Wassalam